KHASIAT TONGKAT ALI

GAIRAH, STAMINA, KESUBURAN, KESEHATAN SEKSUAL : 
  • Afrodisiak (Perangsang).
  • Meningkatkan Libido – menjadi lebih sering.
  • Kesuburan – memperbanyak jumlah sperma (kualitas dan kuantitas).
  • Meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak laki-laki dari 2:2 menjadi 3:1.     
STAMINA DAN SUPLEMEN SETIAP HARI: 
  • Penambah tenaga alami – peningkat kadar testosteron –
  • Fungsi metabolik testosteron.
  • Pembentukan sel sperma, pertumbuhan sifat seks sekunder. Fungsi metabolik lainnya, pembentukan otot.
  • Meningkatkan massa otot terutama serat otot gerak.
  • Meningkatkan kekuatan.
  • Prima, badan terasa segar, bergerak lebih cepat, kuat dan luar biasa!
Ekstrak larut air dari Tongkat Ali ini bukanlah stimulan. Efek afrodisiak dari Tongkat Ali bervariasi tergantung dari gaya hidup dan kondisi fisik dan psikologi masing-masing orang.
Eurycoma L Jack (Tongkat Ali) telah terbukti sebagai stimulan yang kuat terhadap Testosteron. Tumbuhan ini khususnya dikenal di Asia karena kemampuannya meningkatkan kadar Testosterone pria hingga 440%. Hal ini disebabkan oleh pengaruhnya terhadap keseimbangan hormon sehingga memicu produksi testosteron dalam tubuh secara alami.

Ekstrak Tongkat Ali mengandung komponen utama berupa zat fenol, tanin, polisakarida dengan berat molekul yang besar, glokoprotein, dan mukopolisakarida. Diyakini bahwa bahan-bahan larut air ini secara alami berkhasiat untuk meningkatkan kesanggupan untuk merangsang produksi testosteron dan untuk menjaga kesehatan.

Ekstrak serbuk Tongkat Ali adalah suatu perangsang seksual alami yang dirancang untuk meningkatkan stamina seksual, menstimulasi dan menyuburkan. Sehingga wajar di Malaysia, Thailand, dan Indonesia Tongkat Ali dikenal sebagai obat kuat atau obat perangsang seksual.

Testosteron merupakan salah satu hormon utama dari sejumlah hormon seks pria atau androgen yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar gonad. Produksi dari hormon ini memicu pembelahan sel dari saluran reproduksi pria semasih embrio, penurunan testes masuk ke dalam kantung skrotum dan perkembangan lanjutan pada saluran reproduksi dan penis selama masa pubertas dan pematangan sperma.Testosteron juga berperan dalam memperkembangkan dan mempertahankan libido (hasrat seksual) dan perilaku pria.

Testosteron juga memiliki peran non seksual lain dimana Ia memenuhi fungsi penting dalam biosintesa protein untuk mempercepat pembentukan otot, meningkatkan pembentukan sel darah merah. Mempercepat masa regenerasi dan pemulihan sehabis sakit atau setelah terluka. Testosterone juga memicu seluruh aktivitas metabolis khususnya pada jalur metabolisme dan pembakaran lemak.

Penelitian menunjukkan bahwa selama pubertas, kondisi puncak dari produksi Testosteron sepanjang hidup seseorang adalah pada umur 25 tahun dan menurun secara stabil seiring umur bertambah. Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa secara umum, produksi Testosteron menurun sebanyak 2% per tahun terhitung sejak umur 30 tahun. Pada usia 60 tahun, Testosterone yang diproduksi hanyalah sebanyak 45-50%. Penurunan yang lebih ekstrim terjadi pada perokok berat dan alkoholik.
Tongkat Ali secara alami merangsang testes untuk menghasilkan testosteron dengan cara merangsang hipotalamus dan kelenjar penghasil hormon dan BUKANNYA menambahkan testosteron dari luar. Testosteron buatan (hormon steroid anabolik) memang bisa memasok testosteron untuk tubuh, namun dapat mengganggu seksualitas pria, seperti pengecilan penis dan testes. Jika kadar testosteron ditingkatkan, hormon-hormon seks seperti androgen dan esterogen akan memerintahkan tubuh untuk menghentikan produksinya, dan ini disebut umpan balik negatif. Tongkat Ali mencegat umpan balik negatif ke hipotalamus dan ke kelenjar penghasil hormon tersebut, yang menyebabkan tubuh terus memproduksi testosteron ke tingkat yang tinggi. Karena testes penuh dengan testosteron, penis dan buah pelir akan membesar.

Tongkat Ali beraksi meningkatkan produksi testosteron. Peningkatan sintesis hormon akan membutuhkan waktu hingga efeknya terlihat. Manfaatnya akan semakin terasa seiring waktu penggunaan. Efek terbaik akan terasa dalam 1 minggu jika digunakan tanpa terputus atau terus menerus. Ketika kadar testosteron meningkat dalam tubuh, kesehatan dan vitalitas juga akan akan pulih. Tongkat Ali tidak bekerja seperti afrodisiak lain yang berkhasiat instant. Tongkat Ali harus dikonsumsi secara teratur selama jangka waktu tertentu. Cara kerjanya berbeda dari yang lain. Efek terbaik akan dirasakan setelah satu minggu jika digunakan secara teratur tanpa terputus.
Tampilkan postingan dengan label Seberapa Pentingkah Ukuran Penis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seberapa Pentingkah Ukuran Penis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2009

Pria dengan Penis Besar Doyan Selingkuh?

INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS SEGALA KELUHAN SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM / FB / FS / Yuwie / Multiply : binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Selasa, 29 September 2009 | 13:35 WIB

KOMPAS.com — Pemahaman tersebut berangkat dari teori "kompetisi sperma", yakni testis yang besar menyimpan lebih banyak sperma daripada testis kecil sehingga harus lebih sering dikeluarkan.

Kalau para simpanse, mungkin iya. Mereka yang testisnya lebih besar lebih rajin menyetubuhi simpanse betina, sementara si betina bisa beberapa kali melakukannya dengan pasangan yang berganti-ganti. Manusia tentu saja bukan simpanse.

Demikian pula dalam ukuran penis. Mungkin si penis besar merasa bangga dan berhasrat membuktikannya kepada banyak perempuan. Namun, itu pun bukan kesimpulan bahwa lelaki dengan penis besar doyan menyeleweng. Artinya, kalau memang tabiatnya suka menyeleweng, tak ada kaitannya penis dan buah zakarnya besar atau kecil.



Sumber : Intisari

Senin, 17 Agustus 2009

Penis Bengkok akibat Masturbasi?

JAUHI MASTURBASI... BAHAYA...!!!!

INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS SEGALA KELUHAN SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM / FB / FS / Yuwie / Multiply : binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Sabtu, 28 Maret 2009 | 23:09 WIB

Konsultasi Seksologi di Tabloid Gaya Hidup Sehat dengan Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And (*)

"Saya seorang pria berusia 32 tahun, belum menikah. Saya mengalami kelainan alat kelamin dan gangguan seksual. Dari dulu sampai sekarang saya masih sering melakukan masturbasi. Hal ini sudah berlangsung mungkin lebih dari 10 tahun. Sekarang alat kelamin saya tidak lurus atau bengkok ke kiri, bengkokannya sekitar 30 derajat lebih.

Apakah ini terjadi karena saya sering melakukan masturbasi? Mungkinkah kebiasaan saya memakai celana dalam ketat yang menyebabkan pembengkokan?
Apakah ini akan memengaruhi ketika melakukan hubungan badan (misalnya istri merasa sakit karena miring)? Apa yang harus saya lakukan?

Saya masih ingat waktu dulu saya sering terangsang ketika melihat wanita yang seksi. Sekarang, jangankan melihat wanita seksi, mungkin menonton blue film pun saya belum tentu terangsang. Apakah ini terjadi karena masturbasi yang saya lakukan?
BI, Jakarta

Terpengaruh Mitos
Tampaknya mitos mengenai masturbasi masih kuat memengaruhi persepsi masyarakat. Padahal, informasi yang benar tentang masturbasi cukup sering disampaikan melalui berbagai kesempatan.

Masih banyak orang yang beranggapan salah tentang masturbasi, seperti Anda. Banyak orang yang beranggapan bahwa masturbasi dapat menimbulkan akibat antara lain menjadi mandul, gangguan ereksi, tulang keropos, dan memori terganggu.

Yang benar, masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun secara fisik. Pendapat ini didasarkan pada banyak penelitian yang telah lama dilakukan.

Memang pada abad ke-18 pernah beredar buku yang menguraikan berbagai penyakit akibat masturbasi. Buku itu cukup menggemparkan, bukan hanya pada waktu itu, tetapi hingga untuk waktu yang lama. Namun, setelah banyak penelitian yang dilakukan dengan benar, terbukti dengan jelas bahwa masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun secara fisik.

Bagaimana dengan akibat psikis? Akibat psikis, seperti perasaan bersalah, dapat timbul bila yang bersangkutan menganggap aktivitas melakukan masturbasi merupakan perbuatan dosa. Meski begitu, kalau yang bersangkutan tidak menganggap itu suatu dosa atau kesalahan, tidak akan muncul akibat psikis. Jadi, akibat psikis yang mungkin muncul sangat bersifat subjektif.

Aktivitas masturbasi sebenarnya telah dilakukan oleh setiap manusia pada masa anak-anak, baik wanita maupun pria. Dalam perkembangan psikoseksual setiap manusia, ada suatu fase ketika anak-anak senang memegang-megang kelaminnya.

Bahkan, sebagian anak dapat mencapai orgasme. Sesungguhnya ini adalah suatu bentuk masturbasi, seperti yang dilakukan remaja dan dewasa. Bedanya, pada masa anak-anak masturbasi tidak direncanakan.

Mengenai penis Anda yang bengkok ke kiri, saya berani pastikan itu bukan akibat melakukan masturbasi. Penis normal memang tidak harus lurus benar ke arah depan, terutama pada saat ereksi. Keadaan bengkok normal ini umum terjadi dan tidak menimbulkan keluhan dan masalah apa pun.

Namun, ada juga keadaan tidak normal yang mengakibatkan penis menjadi bengkok dan terasa sakit khususnya ketika ereksi. Akibatnya hubungan seksual terganggu, bahkan terhambat. Gangguan ini terjadi pada penyakit peyronie.

(*) Spesialis Andrologi dan Seksolog serta dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali


Usia Bertambah, "Junior" Ikut Berubah


INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS SEGALA KELUHAN SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM / FB / FS / Yuwie / Multiply : binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Selasa, 4 Agustus 2009 | 11:16 WIB

KOMPAS.com - Secara alamiah, makin bertambah umur, kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon pun berkurang. Dampak dari proses penuaan ini bukan hanya terlihat dari penampilan kulit tapi juga organ-organ tubuh, termasuk alat vital. Apa saja penuaan yang mungkin terjadi pada si "junior?"

Bukan rahasia lagi bahwa fungsi organ seksual pria makin lama terus menurun seiring dengan usia. Penurunan kadar testoteron (hormon pria) pada pria usia lanjut dapat menyebabkan andropause yang berakibat pada pelbagai perubahan. Sebut saja, mudah letih, lesu, rambut rontok, libido menurun, penis mengecil, bahkan bisa terjadi impotensi dan masalah sirkulasi darah.

Di luar hal itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penis juga mengalami perubahan signifikan seiring usia. Apa saja perubahan yang dialami oleh penis?

Rupa dan penampilan
Ada dua perubahan utama yang secara kasat mata bisa dilihat dari alat vital pria. Pertama adalah kepala penis yang secara bertahap mengalami perubahan warna akibat berkurangnya sirkulasi darah ke area ini. Selain itu, rambut di kemaluan juga akan semakin menipis.

"Berkurangnya kadar testoteron bisa membuat penis lama-lama kembali ke masa sebelum pubertas, misalnya berkurangnya rambut di area ini," kata Irwin Goldstein, MD, direktur sexual medicine dari Alvarado Hospital, AS, dan editor in chief jurnal ilmiah The Journal of Sexual Medicine.

Ukuran
Bertambahnya usia pria biasanya diikuti dengan penambahan berat badan. Penumpukan lemak di bagian bawah perut membuat ukuran penis terlihat mengecil. Meski penyusutan ini tidak dramatis, tapi tetap terlihat. "Bila pria di usia 30-an saat ereksi ukuran penisnya mencapai 6 inci, mungkin di usia 60-70 tahun panjangnya hanya sekitar 5 inci," kata Goldstein.

Apa yang membuat penis menyusut? Menurut para ahli ada dua penyebab. Pertama adalah penumpulan deposit lemak yang menyebabkan plak di arteri kecil di penis. Plak ini akan menyebabkan aliran darah ke penis terhambat. Penumpukan plak (ateroklerosis) yang terjadi pada jantung akan menyebabkan serangan jantung.

Penyebab kedua, menurut Goldstein, adalah berkurangnya elastisitas karena menurunnya lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi. Ereksi terjadi bila bilik ini terisi darah. Nah, penutupan arteri di bagian penis membuat bilik ini makin tidak elastis yang berakibat pada berkurangnya kadar kekerasan saat ereksi.

Bila penis berubah, demikian pula dengan testis. "Sekitar usia 40 tahun, testis ikut menyusut," kata Goldstein. Ukuran testis pada pria berusia 30-an memiliki diameter sekitar 3 cm, namun saat pria berusia 60 tahun, ukurannya tinggal 2 cm.

Bengkok
Pembesaran penis yang dilakukan sembarangan tanpa kontrol tenaga medis bisa menyebabkan jaringan parut di sekitar penis menjadi tidak rata. Hal ini akan menyebabkan penis bengkok atau disebut dengan peyronie. Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit saat ereksi dan menyulitkan hubungan seksual. Untuk membetulkan kondisi penis, biasanya diperlukan tindakan operasi.

Kurang sensitif
Berbagai penelitian menunjukkan makin tua usia, "alat tempur" pria pun makin kurang sensitif terhadap rangsangan. Akibatnya, junior jadi sulit dibangunkan dan sulit mencapai orgasme.

Penelitian yang dilakukan di Minnesota, AS, terhadap 2.213 pria menunjukkan penurunan yang tajam terhadap kemampuan ereksi pria, berkurangnya libido dan kemampuan ejakulasi pada pria paruh baya. Namun, kepuasan seksual hanya berkurang sedikit.

Untungnya perubahan-perubahan pada organ vital ini terjadi perlahan-lahan dan mulainya sangat bervariasi. Ada yang mulai di usia 40-an, 50-an, 60-an, bahkan setelah 65 tahun. Agar penurunan fungsi organ vital ini tidak terlalu tajam, kuncinya hanya satu: hidup sehat.

Senin, 17 November 2008

Seberapa Pentingkah Ukuran Penis

INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS SEGALA KELUHAN SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id

===
Pandangan umum dan opini publik yang diterbitkan melalui berbagai media, khususnya opini para wanita, mereka menilai bahwa kecemasan pria terhadap ukuran penisnya hanyalah merupakan suatu sikap kekanak-kanakan. Mereka menilai jika pria beranggapan bahwa ukuran penis yang besar merupakan suatu kebanggan, sama halnya dengan anak laki-laki berusia delapan tahun yang membanggakan dirinya jika ia keluar sebagai pemenang dalam perlombaan mengeluarkan pancaran urine terpanjang. Pendapat seperti ini sepenuhnya adalah salah.

Opini publik tersebut umumnya mengacu kepada sikap meremehkan terhadap pernyataan kecemasan pria akan ukuran penis mereka. Sebagai contoh adalah pernyataan berikut yang dilontarkan oleh seorang penasehat masalah seks yaitu Ruth Westheimer yang dikutip dari cerita sampul majalah TIME pada 4 Mei 1998, Viagra: "Walaupun seorang pria mampu melakukan ereksi yang panjangnya dari lantai hingga ke langit-langit dan dapat bertahan dalam posisi tersebut selama berjam-jam, tetap tidak akan dapat menyenangkan seorang wanita jika pria tersebut tidak mengetahui apa-apa mengenai cara berhubungan seks". Pernyataan seperti ini merupakan cemooh terhadap masalah yang serius.

Tentu saja, pada akhirnya semua terapis seks dapat saja mengatakan kepada pria yang tidak dapat melakukan ereksi sebagaimana mestinya atau pria dengan ukuran penis yang kecil bahwa hal tersebut merupakan hiburan dalam melakukan hubungan.

Sejauh ini kita telah membicarakan bagaimana opini publik yang dipublikasi oleh berbagai media mengenai tanggapan terhadap pentingnya ukuran suatu penis. Opini tersebut mungkin sangat berbeda dengan kebanyakan opini masyarakat secara pribadi. Sebahagian besar media publikasi di AS dulunya (atau mungkin sampai sekarang) memiliki slogan yang berbunyi, "Semua berita layak cetak", bukan semua berita yang dicetak adalah benar.

Sampai saat ini masyarakat belum siap untuk menerima opini atau informasi apapun mengenai kekhawatiran terhadap ukuran penis yang tidak sesuai ataupun parameter kemampuan erektil alat kelamin, kecuali opini tersebut hanyalah sebagai lelucon terhadap kekhawatiran akan hal ini.

Maaf jika saya berpendapat lain, tetapi ukuran dan parameter lainnya terhadap alat kelamin ini menjadi masalah. Jika pria tidak merasa khawatir terhadap ukuran, ketegangan, tenaga yang dimiliki saat melakukan hubungan, dan hal lain yang terkait dengan ini, berarti ia tidak belajar dari pengalaman pribadi bahwa hal-hal tersebut penting untuk diperhatikan.

Berbicara mengenai fantasi dan pengalaman-pengalaman seksual pada masa yang lalu dapat memperkaya khazanah kehidupan seks seseorang. Sebenarnya para terapi seks menganjurkan kepada pasangan untuk saling membicarakan hal tersebut. Kini, ketika pria terlibat dalam pembicaraan seks dengan pasangan wanitanya, banyak pria akan dihadapkan pada fantasi seks wanita yang menganggap bahwa organ kelamin pria dengan ukuran yang besar akan lebih berperan dalam mekakukan hubungan seks. Bukanlah merupakan hal yang umum jika fantasi seks wanita berpusat pada organ kelamin yang cacat, berukuran kecil, ataupun lemah.

Mungkin ada benarnya bahwa sebahagian besar wanita yang mengalami orgasme, mereka dapat merasakannya pada klitoral (organ sensitif wanita yang terlihat didepan persimpangan labia minora didalam vulva) mereka. Pembahasan ataupun diskusi umum mengenai hal ini telah banyak diselenggarakan dan ternyata dari hasil terebut, sejumlah penulis bahkan mengklaim bahwa orgasme vaginal itu tidaklah ada.

Pengalaman pribadi saya mengindikasikan bahwa lebih dari 90% atau bahkan lebih dari 95% wanita lebih mudah mencapai orgasme melalui rangsangan klitoral. Lebih sedikit wanita yang menyukai rangsangan vaginal untuk mencapai orgasme, walaupun ada juga wanita yang dapat mencapai orgasme hanya melalui rangsangan vaginal. Dalam hal ini, ukuran penis yang sesuai, ketegangannya, dan kecukupan tenaga yang dimiliki merupakan sarana yang mutlak untuk mencapai orgasme. Teknik-teknik dalam melakukan hubungan seksual selanjutnya dapat dipelajari berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan, hal ini hanyalah sebahagian aspek kecil dalam melakukan hubungan.

Walaupun wanita dapat mencapai orgasme melalui rangsangan klitoral, tetapi penis yang besar dan keras memiliki pengaruh yang kuat terhadap fantasi wanita dalam melakukan hubungan. Rangsangan mungkin saja terletak pada klitoral, tetapi fantasi merupakan suatu kebutuhan mutlak untuk mencapai rangsangan klitoral sehingga suatu orgasme yang berhasil mungkin dapat dikatakan masih berpusat pada penembusan organ sensitif wanita, dan biasanya penembusan tersebut dilakukan oleh organ vital yang besar.

Para terapis merekomendasikan kepada pasangan yang datang untuk berkonsultasi agar melakukan pembicaraan seksual kepada pasangannya sehingga dapat memperkaya khazanah kehidupan seks mereka. Bagi kebanyakan pria, melakukan hal ini seperti mengalah dalam perang. Mereka akan mengetahui kekurangan-kekurangan dirinya begitupula halnya dengan kelemahan organ seks mereka, dan hal ini akan memicu rasa rendah diri mereka.

Tetapi anda tidak perlu khawatir akan hal ini karena ukuran penis, ketegangan penis saat berereksi, dan asupan tenaga saat melakukan hubungan dapat ditingkatkan dan dikembangkan.

Viagra merupakan pilihan yang tepat untuk membantu ketegangan penis saat berereksi. Viagra tidak hanya untuk penderita diabetes berusia 50 tahun atau penderita prostat berusia 60 tahun, mereka yang berusia 25 tahun pun dapat merasakan manfaat Viagra dalam dosis kecil. Tetapi biasanya mereka yang masih berusia muda akan mengalami kesulitan untuk memperoleh Viagra yang diresepkan dari dokter.

Merupakan suatu opini yang kuat bagi saya bahwa di alam juga terdapat pria dengan parameter penis yang kurang ideal untuk memuaskan kaum wanita dalam hal ini ketegangan alat kelamin dan asupan tenaga yang cukup pada saat melakukan hubungan, demikian juga dengan ukuran penis yang kurang sesuai.

Paling tidak, terdapat rasa khawatir pada sebagian pria terhadap ketegangan alat kelamin dan tenaga yang dimiliki saat berhubungan meskipun kebanyakan pria memiliki bentuk kelamin yang baik pada usia antara 20 dan 30 tahun, maka cukup beralasan jika sejumlah pria mencoba untuk memperbaiki fungsi seksualnya pada usia yang lebih lanjut, meskipun jelas diketahui bahwa seluruh pria akan berkurang kemampuan seksualnya ataupun ketidakidealan alat kelamin yang disebabkan oleh faktor-faktor keturunan seiring dengan bertambahnya usia.

Evolusi mungkin telah memberikan pengaruhnya dalam membantu mempercepat pertukaran generasi. Maka untuk membatasi kemampuan reproduksi pada wanita, terjadilah menopause (pada wanita yang berusia lanjut) sedangkan impotensi dialami oleh para pria sehingga dengan keadaan tersebut akan mengakibatkan adaptasi yang lebih cepat terhadap perubahan lingkungan.

Pandangan yang menyatakan bahwa gejolak gairah seksual merupakan suatu kekuatan yang besar dalam proses peradaban manusia, telah diterima secara luas dalam kehidupan masyarakat. Pernyataan tersebut cukup beralasan jika diasumsikan kepada pria yang tidak dapat menerima kekurangan yang dimilikinya dalam hal seksual (ukuran atau ketegangan alat kelamin yang tidak mencukupi), mereka akan lebih merasa terganggu dengan keadaan dirinya daripada mereka yang bersyukur dan yakin bahwa alat kelaminnya ataupun fungsi seksualnya baik-baik saja meskipun sebenarnya tidak demikian. Dengan kata lain berarti mereka yang memiliki ukuran penis yang lebih kecil dan tidak membiarkan keadaan tersebut begitu saja, dapat menjadi seniman ataupun ilmuan yang lebih baik dalam mengatasi hal ini.

Dengan demikian maka gejolak gairah seksual dapat bermanfaat dalam pertarungan untuk meraih posisi yang lebih tinggi didalam hirarki masyarakat, sehingga mereka yang memiliki gejolak yang kuat akan lebih banyak berpikir bagaimana mengatasi hal tersebut. Untuk itu, mereka yang lebih banyak berpikir akan lebih banyak belajar; mereka yang lebih banyak belajar akan lebih pintar; mereka yang lebih pintar maka nantinya akan berada pada hirarki sosial yang lebih tinggi, selanjutnya mereka yang berada pada hirarki sosial yang lebih tinggi akan lebih memiliki kesempatan untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Karena itu evolusi dapat membantu mereka yang memiliki gejolak gairah seksual yang kuat tetapi mengalami keterbatasan fisik atau keterbatasan untuk mengekspresikan gairah seksual mereka. Inilah mengapa secara paradoks dalam peradaban masyarakat, pria dengan penis yang kurang memadai baik ukuran maupun fungsinya dalam hal memuaskan wanita kemungkinan akan lebih berpeluang memiliki keturunan daripada mereka yang memiliki ukuran penis yang besar dan dengan fungsi yang baik pula.

Sebagaimana halnya Viagra yang berhasil mengungguli alam dalam membantu ketegangan penis ketika melakukan ereksi, begitupula dengan olahraga penis yang disajikan dalam buku ini sehingga dapat menambah ukuran penis beberapa sentimeter baik pada saat organ kelamin dalam keadaan lemah maupun dalam keadaan tegang.


HABBAT`S KID HONEY

Mengenai Saya

Foto saya
www.binmuhsingroup.com Toko Obat Herbal Islami, Toko Mesin Foto Copy, Ujian Kejar Paket A B C, MLM Syariah, Pesantren Blogger, Bisnis Online, Waralaba Xamthone, Waralaba Xamslimer

Pengikut